[Bahasa] LINE Chat – Unencrypted Chat Messages and Unauthorized Access to Message Attachments

Author: YoKo Kho | Posted in Write-Up in Bahasa No comments

cover - LineIlustrasi dari Line.me

I. ABSTRACT
Berkirim pesan singkat sering kali menjadi aktivitas sehari-hari yang tidak terlepaskan hamper di sebagian besar kalangan pada era saat ini. Perkembangan teknologi yang diiringi dengan ketersediaan paket InterNet yang cukup terjangkau untuk di sebagian besar kalangan pun telah menjadi pelopor tersendiri untuk munculnya aplikasi bertukar pesan yang tidak lagi mengandalkan short message service konvesional yang disediakan operator.

Sebut saja salah satu di antaranya adalah LINE. LINE merupakan aplikasi pengirim pesan yang memungkinkan seseorang untuk dapat bertukar pesan secara gratis dengan teman-temannya di setiap saat dan di setiap tempat yang memanfaatkan InterNet untuk dapat berkomunikasi. Tidak hanya terbatas pada pesan singkat, LINE pun menyediakan dukungan untuk penggunanya supaya dapat mengirimkan gambar, video, audio, ataupun lokasi kepada pengguna lain. Dan bahkan, LINE juga memberikan fitur untuk melakukan audio / video call secara gratis.

LINE ini sendiri tersedia untuk banyak platform yang tidak terbatas pada mobile platform saja, melainkan juga untuk desktop OS. iPhone, Android, Windows Phone, Blackberry, Firefox OS, dan Nokia Asha merupakan mobile platform yang didukung oleh LINE untuk setiap penggunanya dapat berkomunikasi satu sama lain. Kemudian, untuk desktop OS sendiri, LINE telah mendukung untuk Windows OS dan Mac OS.

Berdasarkan statistic yang telah dirangkum oleh CISO Magazine dari statista.com – aplikasi LINE ini telah digunakan lebih dari 400 juta pengguna di seluruh dunia.

“Didirikan pada 2011, Line telah memiliki lebih dari 400 juta pengguna di seluruh dunia terutama di Jepang dan kawasan Asia. Berdasarkan survei yang dirilis Statista.com pada Februari 2014 lalu, di Indonesia saja Line telah memiliki 20 juta pengguna dan merupakan pengguna terbesar di dunia ketiga setelah Thailand dan Jepang.”

Dengan melihat jumlah pengguna yang sangat banyak dan besarnya aktivitas bertukar pesan yang terjadi di antara penggunanya yang mungkin memiliki data penting, LINE pun telah memberikan fitur pengamanan berupa “passcode” yang dapat digunakan oleh setiap penggunanya untuk menjaga kerahasiaan data percakapan yang terdapat di dalam aplikasi terkait dari adanya unauthorized access dari sisi akses fisik.

Pada topik ini, Kami akan membahas mengenai kelemahan akan metode penyimpanan pesan dan attachment yang dilakukan oleh LINE untuk versi iPhone yang dapat menyebabkan seorang Attacker untuk melihat isi pesan yang terdapat di dalam aplikasi terkait walaupun telah diberi passcode baik di sisi aplikasi maupun iPhone (untuk sisi iPhone dalam keadaan ter-lock, tentunya iPhone sudah harus dalam situasi sebagai “trusted device” pada perangkat notebook yang hendak digunakan untuk mengekstrak data).

II. INTRODUCTION
Seperti yang pernah Kami paparkan pada salah satu paper sederhana Kami, passcode merupakan suatu kebutuhan pasti bagi setiap orang yang ingin menjaga kerahasiaan akan suatu hal yang dianggap perlu untuk dirahasiakan. Berdasarkan pengertian dari OxfordDictionaries pun, Passcode berarti “A string of characters used as a password, especially to gain access to a computer or smartphone”. Di lain sumber, passcode pun dapat disamakan sebagai password yang juga merupakan suatu mekanisme yang umum dipakai dalam penunjukan suatu identitas. Passcode dan Password ini sendiri pun dinilai sebagai suatu hal yang umumnya dibuat oleh pengguna.

Secara garis besar, perbedaan di antara keduanya (baik passcode maupun password) terletak dari sisi karakter yang dimasukan. Bila pada passcode pengguna diharuskan hanya memasukan angka, maka pada password, pengguna dapat memasukan campuran dari alphabet, angka, maupun simbol.

Mari kita langsung masuk ke inti dari topic ini. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tentunya tujuan dari adanya passcode pada aplikasi LINE yaitu untuk mencegah adanya unauthorized access dari sisi akses fisik. Dan sesuai dengan pembahasan di bagian abstrak, pada aplikasi LINE versi ini (<= v.4.5.1), Kami mendapati bahwa seorang Attacker akan dapat melihat isi pesan, informasi kontak, maupun attachment yang ada di dalam percakapan yang terjadi antara pengguna dengan lawan bicaranya.

2.1. Data Definition
Untuk memudahkan dan mempersingkat Kami dalam menuliskan hal-hal yang dimaksud dengan “data”, maka pada bagian ini, terlebih dahulu Kami ingin memberikan keterangan terkait kategori akan “data” yang Kami maksud dalam paper ini. Adapun kategori data yang Kami maksud di dalam paper sederhana ini yaitu informasi kontak, pesan / chat, dan juga attachment (baik itu audio maupun picture) yang telah dibagikan.

III. AFFECTED VERSION AND CONDITION
Versi dari aplikasi LINE Chat yang memiliki celah keamanan ini yaitu <= versi 4.5.1. (di luar dari fitur “Hidden Chat”). Berikut ini merupakan hal yang dapat diakses oleh Attacker terkait celah keamanan yang ada:
1. Membaca pesan / chat dari pengguna.
2. Melihat attachment yang terkirim selama pengguna melakukan percakapan dengan lawan cakapnya.
3. Melihat informasi kontak (phone book dari pengguna). Situasi ini baru dapat terjadi ketika seorang pengguna telah terlebih dahulu menggunakan fitur “Auto Add Friends” walaupun dilakukan secara local.

Perlu menjadi informasi bahwa jailbreak tidak diperlukan untuk dapat mengeksekusi kerentanan ini. Selama memenuhi 2 kriteria utama, maka hal ini akan dapat dieksekusi, yaitu:

– iPhone dalam keadaan tidak ter-lock dengan passcode. Secara otomatis, Attacker akan dapat menjadikan iPhone dimaksud sebagai “trusted device” pada sistem operasi miliknya.

– iPhone dalam keadaan ter-lock akan tetapi sudah terlebih dahulu menjadi “trusted device” pada sistem operasi yang digunakan oleh Attacker. Dalam hal ini tentu terdapat beberapa rincian seperti Attacker menggunakan sistem operasi korban atau Attacker melakukan social engineering kepada korban untuk menghubungkan iPhone nya pada sistem operasi milik Attacker yang akan dimanfaatkan di kemudian hari saat korban lengah.

Ps: Terdapat catatan tambahan terkait hal ini yang perlu diperhatikan oleh pembaca bahwa Attacker tidak akan dapat memperoleh percakapan yang telah dihapus oleh pengguna. Dengan kata lain, ketika pengguna telah menghapus suatu pesan, maka pesan itu benar-benar lenyap dari device milik pengguna. Jadi, dengan menggunakan fitur “Hidden Chat” yang baru dirilis sejak versi 4.5.0, maka pengguna tidak perlu mengkhawatirkan kerentanan ini.

IV. PROOF OF CONCEPT
1. Hubungkan iPhone yang memiliki LINE di dalamnya dengan PC.
2. Akses direktori “Applications” pada iPhone dengan iExplorer tools seperti iFunBox.
3. Masuk ke aplikasi “LINE” dan Anda pun akan melihat beberapa direktori dan files di dalam aplikasi ini.
4. Masuk ke dalam direktori “Documents” dan kita akan melihat beberapa file yang salah satu di antaranya merupakan file ber-format sqlite.

talk-sqlite on Documents Directory

Figure 1: “talk.sqlite” on Documents Directory

5. Bukalah file “talk.sqlite” dengan SQLiteBrowser atau semacamnya. Anda pun akan dihadapkan dengan banyak table pada file “talk.sqlite” ini.
6. Setelah itu, akses data yang telah dipaparkan pada bagian III dengan:
6.1. Membuka tabel “ZMESSAGE” atau “ZCHAT” pada “talk.sqlite” untuk membaca segala pesan ataupun chat yang pernah dilakukan oleh pengguna.

unencrypted chat message - LINE ApplicationFigure 2: Unencrypted Message

2 - talk.sqlite - unencrypted message - zchat

Figure 3: Unencrypted Chat with User ID (for user’s Profile Picture)

6.2. Membuka tabel “ZCONTACT” pada “talk.sqlite” untuk membaca informasi kontak dari phone book pengguna. Perlu menjadi catatan bahwa data ini baru dapat diperoleh setelah pengguna telah menggunakan “Auto Add Friends” feature baik secara otomatis maupun manual.

Contact Information - ZCONTACT

Figure 4: Contact Information – ZCONTACT

6.3. Membuka direktori “Message Attachments” pada “LINE > Library > Applications” untuk dapat melihat / mengakses isi attachment yang dikirimkan baik oleh pengguna maupun lawan cakapnya.

unauthorized access to message attachments

Figure 5: Unauthorized Access to Message Attachments

7. Untuk menunjukan bahwa hal ini tidak terbatas pada satu jenis iPhone saja, Kami pun melakukan pengujian yang sama terhadap iOS 6.1.3 dengan iPhone 4s (sebelumnya dengan iOS 7.1.2 dengan iPhone 5). Dengan cara yang sama seperti sebelumnya, Kami pun mendapati hasil yang sama juga terkait kerentanan yang ada.

another same testing on iOS 6

Figure 6: Another same testing on iOS 6

8. Untuk melihat profile picture dari lawan bicara yang ada, maka Anda dapat mengaksesnya melalui http://os.line.naver.jp/os/p/ yang kemudian ditambahkan dengan user ID dari pengguna yang dapat dilihat pada tabel “ZMID”.

V. RESPONSE FROM DEVELOPER
Dengan jumlah pengguna yang mencapai 400 juta yang tentunya juga tidak sedikit pengguna yang menyampaikan kritik, keluhan, maupun ide pada waktu yang bersamaan, LINE pun tetap dapat merespon dengan cepat dan sangat baik terkait report yang telah Kami sampaikan pada 11 Juli 2014 lalu. Pada kesempatan itu, LINE juga telah menyampaikan bahwa mereka akan segera memperbaiki celah keamanan yang Kami laporkan ini dengan mencoba mempelajari terlebih dahulu letak permasalahan yang ada.Reply from LINE - 18 July 2014

Figure 7: Reply from LINE Customer Support

Kemudian, Kami pun membalas respon dari LINE dan meminta izin untuk mem-publish hal ini. Dan dengan cepat dan baik lagi, LINE kembali membalas dan mengizinkan Kami untuk mem-publish-nya. Pada kesempatan itu, LINE kembali menginformasikan bahwa tim development mereka telah berhasil mengidentifikasi letak permasalahan yang ada dan akan berusaha sebaik mungkin untuk dapat memperbaiki celah keamanan dimaksud.

Reply from LINE

Figure 8: Fast and Kind Response from LINE Customer Support

5.1. New Feature from LINE – “HIDDEN CHAT”
Seakan seperti sedikit menjawab laporan yang telah Kami sampaikan, keseriusan LINE dalam menanggapi hal ini pun terlihat dari adanya tindakan cepat dengan mengeluarkan fitur “Hidden Chat” yang dinilai oleh LINE sangat tepat untuk pengguna yang sering menggunakan aplikasi ini untuk bertukar informasi yang sensitif.

“This feature is perfect for sending messages containing sensitive information or images that you only want the recipient to see.” – tutur LINE dari Blog resmi mereka.

Dengan menggunakan fitur ini, maka pesan yang terdapat di device pengguna akan hancur (terhapus) dengan sendirinya sesuai dengan batas waktu yang diinginkan oleh penggunanya. Dan seperti keterangan yang telah Kami sampaikan pada bagian III, pesan yang telah terhapus tidak akan pernah dapat dibaca oleh Attacker dan bahkan oleh pengguna itu sendiri. Berikut ini merupakan hasil pemeriksaan yang Kami lakukan dengan menggunakan fitur terkait:

Hidden Chat Feature

Figure 9: Hidden Chat Feature – Secure – LINE >= v.4.5.0

Dapat dilihat bahwa pada baris 230, pesan yang dikirimkan dari pengguna ke lawan cakapnya dengan menggunakan fitur “Hidden Chat” tidak terlihat lagi pada kolom “ZLASTMESSAGE” yang ada (60.0 memiliki makna 1 hour). Dan terlihat pula bahwa LINE telah menambahkan kolom “ZEXPIREINTERVAL” pada tabel ini yang menunjukan bahwa fitur “Hidden Chat” telah terdapat di device milik penggunanya.

Dengan melihat hal di atas, tentunya fitur ini belum sepenuhnya menjadi jawaban untuk perbaikan celah keamanan yang ada. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan terdapat kemungkinan bahwa pengguna ingin menyimpan pesannya lebih lama dari batasan waktu yang diberikan namun pengguna itu sendiri tetap menginginkan bahwa dirinya aman dari kerentanan yang ada.

Namun, bila melihat dari respon dan tindakan cepat akan keluarnya fitur baru dari LINE, dapat dikatakan bahwa LINE akan dapat mengeluarkan perbaikan terkait hal ini dalam waktu yang relatif singkat. Terlebih lagi, mereka telah berhasil mengidentifikasi letak permasalahan yang ada.

5.2. Timeline – Reporting

11 July 2014 – Kami mengirimkan technical report sederhana melalui halaman situs yang telah disediakan oleh LINE.

18 July 2014 – LINE merespon laporan Kami sekaligus meminta maaf atas keterlambatan balasan terkait laporan yang diberikan. Pada kesempatan ini, LINE pun mengutarakan bahwa mereka akan langsung menginvestigasi kerentanan yang ada.

19 July 2014 – Kami membalas respon dari LINE. Di kesempatan ini, Kami meminta izin kepada LINE supaya Kami dapat menampilkan hal ini pada blog Kami.

21 July 2014 – LINE mengeluarkan fitur “Hidden Chat” sesuai dengan yang telah Kami utarakan pada bagian 5.1.

Hidden Chat

Figure 10: Hidden Chat Feature

24 July 2014 – LINE kembali merespon balasan Kami. Pada respon kali ini, LINE pun memberikan izin kepada Kami untuk mempublikasikan hal yang ada selama tidak bertentangan dengan term of service yang terdapat pada LINE. Pada kesempatan ini, LINE pun menyatakan bahwa tim development mereka telah berhasil mengidentifikasi kerentanan yang ada dan akan berusaha memperbaiki hal ini sebaik mungkin.

VI. SUMMARY AND RECOMMENDATION

Secara umum, dengan memanfaatkan kerentanan ini, tentunya Attacker akan dapat melihat isi data yang tersimpan di dalam aplikasi LINE yang tidak menutup kemungkinan akan terdapatnya informasi sensitif di dalam aplikasi yang ada.

Dengan melihat status yang ada terkait hal ini, maka rekomendasi yang dapat diterapkan oleh para pengguna sementara waktu sambal menunggu perbaikan dari LINE di dalam waktu dekat ini yaitu:

  1. Update versi LINE yang digunakan ke versi terbaru dan gunakan fitur “Hidden Chat” yang sudah disediakan oleh LINE untuk penggunanya.
  2. Selalu menjaga iPhone miliknya dari adanya akses fisik yang membuat Attacker dapat menghubungkan iPhone terkait ke komputer miliknya untuk mengakses direktori yang ada. Tentunya hal ini hanya perlu dilakukan sementara waktu sampai akhirnya LINE mem-publish versi terbaru yang telah memperbaiki hal ini.
  3. Tidak menggunakan fitur “Auto add friends” terlebih dahulu untuk sementara waktu sampai LINE memberikan enkripsi pada “talk.sqlite” untuk informasi kontak.

 

Download the paper directly from here:

Add Your Comment